JAKARTA - Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
mengungkapkan, paska disahkannya Undang-undang Pilkada, dirinya didemo
oleh sejumlah orang saat melakukan kunjungan kerja ke Washington DC,
Amerika Serikat (AS) pada Jumat, 26 September malam.
Para pengunjuk rasa itu melakukan aksinya di depan hotel tempat SBY beserta rombongan menginap.
"Kemarin
ada unjuk rasa 10 hingga 12 orang, saya tahu, sah-sah saja. Tapi inilah
politik, ketika dunia berikan apresiasi (demokrasi nasional-red) itu,
ada yang berunjuk rasa," ujar SBY dalam keterangan pers di Washington
DC, AS, Sabtu (27/9/2014) pagi waktu setempat, atau Sabtu malam waktu
Jakarta.
"Yang berunjuk rasa kemarin kalau mendengar proses itu tentu akan berbeda. Yang jelas saya sangat kecewa, tidak happy
dengan proses politik di DPR. Opsi kami diwadahi saja tidak, kalau
voting kalah tidak apa-apa, ini diwadahi saja tidak," sambung Ketua Umum
Partai Demokrat ini.
SBY mengungkapkan, dirinya akan setia
berjuang bersama rakyat dengan tidak melihat atribut partai manapun.
Dirinya menegaskan akan tetap berjuang demi pilkada langsung dengan
perbaikan mendasar.
"Jangan dikira dari parpol yang ada tidak semua setuju dengan pilkada melalui DPRD," sergahnya.
Presiden
SBY melangsungkan konferensi pers mengenai kunjungan kerjanya selama di
Portugal, Amerika Serikat dan Jepang. Meski demikian, SBY bersedia
menjawab pertanyaan wartawan ihwal pandangannya atas situasi dalam
negeri terkait pengesahan Undang-undang Pilkada. (ant//put)
SBY: Saya Tidak Happy dengan Proses Politik di DPR
Penulis by Unknown
Terbit on 11.32
with No comments



0 komentar:
Posting Komentar